0

cerita inspirasi2

Posted by sofi.ariyati10 on 17 September 2010 in Academic |

Nama : Sofi Nur Ariyati

Nrp : I34100047

Laskar : 26

Cerita Inspirasi 2

Ini adalah pengalaman teman saya yang bernama Tati, dia adalah teman se-SMA saya. Kisah ini berawal ketika Tati bermimpi. Dia selalu memimpikan mimpi yang sama dalam jangka waktu yang cukup lama. Katanya mimpinya sangat aneh yaitu bermimpi bertemu dengan seorang makhluk yang bercahaya dan juga mempunyai dua sayap, dan Tati menganggap bahwa makhluk tersebut adalah seorang malaikat. Anehnya mimpi tersebut muncul ketika Tati tidak melaksanakan Sholat. Dalam mimpinya yang pertama, makhluk tersebut hanya memandang Tati dengan wajah yang sinis. Tati merasa tidak mengerti akan maksud dari raut wajah makhluk tersebut. Ia pun berasumsi bahwa arti mimpinya itu umurnya tidak akan panjang lagi alias makhluk tersebut adalah malaikat pencabut nyawa. Kemudian dalam mimpinya yang kedua sang makhluk tersebut menghampiri Tati dan menasehati Tati agar tidak meninggalkan kewajibannya yaitu Sholat. Dari mimpi yang kedua Tati merubah asumsinya bahwa makhluk tersebut ialah makhluk yang mengingatkan Sholat padanya. Lalu dalam mimpinya yang ketiga makhluk tersebut menunujukan sebuah peristiwa tentang seorang manusia yang menerima siksa ketika tidak malaksanakan Sholat. Dari mimpi yang ketiga Tati semakin yakin bahwa makhluk tersebut ialah makhluk yang mengingatkan Sholat padanya. Dan sejak saat itu Tati tidak pernah meninggalkan Sholat agar dirinya tidak bermimpi bertemu dengan makhluk tersebut.

0

cerita inspirasi1

Posted by sofi.ariyati10 on 17 September 2010 in Academic |

Nama : Sofi Nur Ariyati
Nrp : I34100047
Laskar : 26

Cerita Inspirasi 1

Ini adalah kisah saya. Pengalaman ini terjadi saat saya mengikuti Pramuka. Pada saat itu Pramuka ada agenda kegiatan untuk melakukan Bakti Sosial. Bakti Sosial dilakukan di salah satu Panti Jompo yang ada di sekitar desa Bantar Bolang, Pemalang. Bakti Sosial dilakukan dengan menyumbangkan dana untuk membantu memenuhi kebutuhan para penghuni panti. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung antara setiap anggota Pramuka dan penghuni panti yaitu para oma dan opa. Cara ini dimaksudkan agar para anggota Pramuka bisa menyaksikan secara langsung kehidupan penghuni panti. Setelah menyerahkan dana bantuan, saya dan anggota Pramuka lainnya dikumpulkan di aula panti untuk diberi informasi tentang seluk beluk Panti Jompo tersebut. Di Panti Jompo tersebut menampung 80 oma dan opa. Ternyata para oma dan opa tidak hanya tidur dan makan saja melainkan di beri ketrampilan untuk membuat karajinan tangan, seperti sapu tangan, boneka, taplak meja dll. Hasil kerajinan tersebut di jual, dan uang dari hasil penjualan akan dialokasikan untuk uang kas panti. Selain kegiatan tersebut para oma dan opa pun melakukan Kerja Bakti di lingkungan panti. Dengan Kerja Bakti para penghuni panti bisa merasakan namanya gotong royong, rasa kebersamaan dan bisa mengakrabkan antarpenghuni panti. Walaupun usia mereka sudah tidak muda lagi tapi mereka masih punya semangat yang berkobar layaknya kaum remaja. Mereka tidak bermalas-malasan di hari tua mereka, melainkan mereka isi dengan kegiatan positif, malah bisa mendatangkan rejeki. Mendengar pernyataan tersebut saya merasa termotivasi, mereka yang sudah tua pun masih bisa berkarya apalagi saya yang masih muda harus bisa lebih dari mereka.

Copyright © 2010-2017 sofi.ariyati10's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.4, from BuyNowShop.com.